Kamu tentu
mengenal salah satu sahabat Rasulullah sekaligus khalifah kedua sebagai
pengganti Rasullah dalam memimpin umat islam. Ya...Umar bin khattab. Sebelum
masuk islam, Umar di keal sebagai pemuka Quraisy yang paling di segani. Umar
mempunyai postur tubuh yang tegap dan kuat, wataknya keras, berani, dan
berdisiplin tinggi. Keunggulannya berdiplomasi membuatnya populer di kalangan
berbagai suku arab. Sebelumnya, umar di kenal sebagai sallah seorang tokoh arab
Quraisy yang paling gigih menentang seruan Nabi Muhammad SAW.
Suatu hari,
keika di sampaikan kepadanya bahwa adiknya, Fatimah, beserta suaminya telah
memeluk islam, ia (Umar) mendadak menjadi geram dan sangat murka. Tanpa
menunggu lama, ia segera pergi ke rumah adiknya.
Sesampainya disana, ia mendapati adik, ipar,
dan beberapa orang muslim sedang mempelajari Al-Qur’an. Begitu melihat umar,
mereka semua terdiam membisu dan tidak berani bergerak sedikitpun.
Dengan emosi
yang meluap-luap, umar menampar adiknya. Suaminya pun tidak terelakan dari
pukulan umar. Di puncak kemarahannya, mata umar menangkap sebuah lembaran
yang bertuliskan Ayat-ayat Al-Qur’an.
Jantungnya tiba-tiba berdegup kencang dan hatinya menjadi ciut. Dengan tangan bergetar
dipungutnya lembaran itu, lalu di bacakan ayat-ayat Al-Qur’an yang tertera
disitu. Menurut sebagian riwayat, yang tertera dalam lembaran itu adalah
beberapa ayat permulaan Surah Taha. Setelah membaca ayat-ayat itu, perasaannya
menjadi tenang dan rasa damai menyelimap di hatinya. Timbul keingnan kuat untuk
segera menemui Rasulullah saw. Iapun segera meniggalkan rumah adiknya menuju
rumah Al-Arqam dimana Nabi saw. sedang menyampaikan dakwah secara
sembunyi-sembunyi.
Sesamapainya
di rumah al-Arqam, umar segera mengetuk pintu. Mengetahui yang datang adalah
umar, sahabat yang sedang bersama Nabi saw. menjadi gentar dan ketakutan, kecuali Hamzah bin
abdul mutallib, paman Nabi saw. yang dikenal sebagai orang yang gagah berani.
Nabi saw. menyuruh membuka pintu dan mempersilakan Umar masuk. Melihat sikap
nabi saw. yang lembut dan bijaksana, Umar merasa kecil dihadapannya. Nabi saw.
pun berkata, “ Islamlah engkau, wahai Ibnu khattab!” Umarpun lalu mengucapkan
dua kalimat syahadat sebagai tanda ia telah masuk islam.
Masuk islamnya
Umar segera diikuti oleh putra sulungnya, Abullah dan istrinya Zainab binti
maz’un. Selain itu, keislaman Umar membuka jalan bagi tokoh arab lainnya untuk
masuk islam.






















0 komentar:
Posting Komentar