BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM
ASSALAMU
ALIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATU
Kali
ini saya akan mempostingkan pengalaman saya. Baik itu pengalaman saat saya
mengonsumsi makanan atau minuman ataupun saat terhinindar dari bahaya dan lain
sebagainya.
Bagian pertama
Hari
itu hari kamis, entah tanggal berapa aku juga sudah lupa. Saat itu aku masih
SMP kelas IX, saat itu aku baru pulang dari sekolah. Aku mengendarai sepeda
motor, aku membonceng dua temanku. Sebenarnya aku tidk mau membonceng
dua-duanya, tapi aku kasihan melihatnya jiak aku pergi bersama dengan temanku
yang satunya aku aku akan meninggalkannya sendiri aku memutuskan untuk
membonceng keduanya.
Dijalan
kami selalu bercanda ria, kami selalu bercerita tentang sesuatu yang menurut
kami lucu meskipun menurut orang lain belum tentu lucu. Perjalanan pulang itu
kami habiskan dengan bercanda. Setelah sampai di perempatan jalan saat aku
ingin membelok masuk kesebuah lorong, tiba-tiba dari depan ada metor besar yang
tak tahu arahnya mau kemana, dia hanya lurus terus kearah kami. Jika aku ke
kanan dia juga kekana dan jika aku kekiri dia juga ikut kekiri. Saat itu aku
sangat bingung. Tba-tiba aku sudah tidak bisa mengendalikan motorku, aku dan
temanku pun terjatuh. Dan ternyata motor itu akan membelok ke kiri. Yang membuat
aku kesal knapa ia tidak menyalakan lampu wesernya dari tadi, dan yang paling
membuat aku kesal dia malah langsung pergi tanpa meminta maaf.
Tapi
aku bersyukur karen aku masih diberi kesempatan kedua, seandainya terjadi yang
tidak diinginkan aku tiadak bisa membayangkannya.
Bagian kedua
Hemmm...
kali ini bagin kedua, ok. Waktu itu bulan ramadhan, saat itu aku mashi kelas 3
SD. Aku mencoba berpuasa sehari penuh. Biasanya aku berpuasa setengah hari,
tapi aku mencoba berpuasa penuh sehari. Saat masih pagi aku masi sangat
bersemangat untuk menjaankan puasa, tapi tiba-tiba saat sudah menjelang adzan
duhur perutku sudah mulai tidak bersahabat. Perutku mulai lapar, aku mencoba
mengakalinya setelah selesai shalat duhur aku langsung tidur.
Aku
tidur sampai selesai shalat asar, saat bangun aku langsung bergegas untuk
shalat asar. Setelah selesai shalat asar aku langsung bergegas untuk membantu
ibu menyiapkan makanan untuk berbuka. Tanpa ku sadari aku menyicipi sedikit
dari manisan yang disiapkan, tapi demi Allah aku tidak sengaja. Tak lama
kemudian jam sudah menunjukkan pukul 04:30, persaanku sangat senang dan sudah
tidak sabar untuk berbuka. Tapi, aku harus menahan karena siasa sebentar lagi.
Setelah
lama menunggu, akhirnya adzan magrib berkumandang. ALHAMDULILLAH akhirnya aku
bisa menyelesaikan puasa sehari penuh.
Bagian ketiga
Waktu
itu hari senin, saat itu sangat panas. Saking pansnya sampai-sampai bajuku
basah oleh keringat. Aku selalu ingin membeli air mineral, tapi nanggung ini
sudah jam terakhir. Terpaksa aku harus menahan sampai selesai belajar.
Saat
belajar aku sangat tidak konsen begitu pula dengan teman-teman yang lain. Merek
juga merasakan apa yang aku rasakan yaitu kepanasan. Mereka juga sampai tidak
konsen gara-gara kepanasan. Temanku yang yan berada disampingku sepetinya
sangat kepanasan karena dia selalu mengipas wajahnya dengan bukunya.
Saat
belajar yang ada didalam fikiranku hanyalah pulng dan langsung meminum air yang
dingin. Dan waktu yang di tunggu pun tiba. Kami selesai belajar pelajaran
terakhir. Aku langsung pergi ke parkiran untuk mengambil motor dan segera
pulang. Tak lama kemudian akupun sampai di rumah. Tanpa menunggu lama aku
langsung meminum air yang dingin. ALHAMDULILLAH akhirnya hausku terhapuskan
oleh air ini.
Bagian keempat
Hari
itu hari minggu, hari itu aku baru belajar naik motor. Aku mengendarai motor
papaku. Aku diajar ole papaku naik motor, setiap kali aku mencoba menarik gas
motor itu aku sangat takut jadi aku tidak jadi mencobanya untuk kali ini.
Beberapa
kali papaku mencoba meyakinkan aku untuk menarik gasnya, tapi aku takut. Dia
selalu meyakinkan aku, lalu aku mencoba untuk memberanikan diri. HORRE aku
bisa meskipun masih sedikit-sedikit.
Saat itu selalu belajar naik motor, berhari-hari aku belajar naik motor. Dan tiba
pada saat itu aku sudah lancar, tetapi papaku masih belum mau memberikan aku
motor untuk aku pakai dijalan besar. Jadi aku hanya bisa menggunaka di sekitar
rumah, tapi ALHAMDULILLAH akhirnya aku bisa naik motor.
Bagian kelima
Hari
itu hari rabu, aku berangkat kesekolah dengan naik motor papaku. Aku diboncengi
sepupuku, karena aku tidak mau takut rokku robek nanti. Kami memakai motor
papaku karena morku rusak dan harus diperbaiki. Diperjalanan kami selalu
tertawa, kami bercanda ria. Sepupuku selalu berkata lihatlah pembalabnya
kampung.
Saat
itu aku senang dan kami selalu tertawa. Tapi kesenangan itu tidak berlangung
lama, saat kami ingin membelok masuk kedalam sebuah lorong tiba-tiba ada anak
Smp dari belakang dia langsung menabrak motor kami. Aku terlempar jauh dari
tempat itu, dan sepupuku juga terjatuh. Aku shock dan ngsung menagis karena aku
tidak menyangka akn ada motr dari belakan dan akan menabrak motor kami.
Tapi
aku bersyukur karena aku tidak apa-apa hanya luka sedikit di lutut dan sepupuku
juga tidak apa-apa. Meskipun motor yang kami kendarai rusak dan harus dibawa ke
bengkel tapi ALHAMDULILLAH aku masih selamat.
Bagian keenam
Hari
itu hari minggu aku tak tahu tanggal berapa, aku sedang duduk-duduk didalam
rumah, tiba-tiba terdengar suara motor yang singgah di depan rumahku. Saat aku
melihat keluar, ternyata papaku dengan motor yang baru. Tanpa aku ketahui
ternyata dia mmbeli motor untukku. Saat itu aku sangat senang dan sangat
gembira.
Saat
itu aku menggunakan motorku untuk pergi jalan jalan. Aku pergi ke jalan besar,
aku pergi sendiri saja. Setelah seminggu motorku itu, aku sudah bisa gunakan
untuk membonceng orang tetapi hanya satu orang. Aku membonceng temanku untuk
pergi sekolah, aku senag sekali. Dan ALHAMDULLAH sekarang aku sudah punya
motor.
Bagian ketujuh
Hari
itu hari sabtu, saat itu aku baru kelas VIII. Saat itu aku belum punya motor.
Aku pergi sekolah naik angkot begitu pula pulangya. Saat itu aku pulang
sekolah, aku pulang dengan dua temanku. Kami naik angkot sampai perempatan,
tiba di perempatan kami menunggu ojek atau angkot yang masuk ke kampung kami.
Tiba-tiba
datang seorang bapak-bapak yang ternyata om temanku. dia langsung pergi, dia
pergi bersama temanku yang satunya. Jadi aku tinggal sendiri di perempatan yang
sunyi sepi. Saat itu aku sangat sedih, karena mereka meninggalkan aku sendiri.
Tiba-tiba datang seorng bapak-bapak, dia bertanya padaku apa aku akan pergi ke
kampung yang akan dia tuju. Awalnya ak ragu-ragu ikut dengan dia karena
tampangnya agak menyeramkan. Tapi aku berfikir lagi, jika aku tidak pergi
dengan dia bisa-bisa aku tinggal disini sampai malam. Jadi aku memutuskan untuk
pergi dengannya. Saat sampai di rumah aku sangat bersyukur karena masih bisa
sampai dirumah dengan selamat.
Bagian kedelapan
Saat
itu bulan puasa, aku dan kelurgaku akan sahur. Saat aku hendak pergi ke meja
makan tiba-tiba aku mencium bau yang sangat sedap dari arah dapur. Aku langsung
pergi untuk makan sahur. Dan ternyata disana sudah ada semua anggota
keluargaku. Saat aku melihat kearah meja makan, aku melihat ada sayur Daun ubi
atau daun singkong yang di tumis telah tertata rapi di meja makan bersama nasi
dan yang lainnya.
Aku
langsung bergegas untuk makan sahur, tak lupa aku berdoa sebelum makan sahur.
Aku langsung menyantap nasi dan sayur kesukaanku itu dengan lahab.Hemmm
Nikmatnya..... ALHAMDULILLAH aku sudah kenyang walau hanya dengan lauk daun ubi
tumis.






















0 komentar:
Posting Komentar